Mei 2008


Udah pada tau format file GIF kan ? GIF (Graphics Interchange Format) adalah salah satu format gambar yg paling populer penggunaannya di dunia, terutama dalam dunia internet. Pasalnya, ukuran file dengan format GIF termasuk mini bila dibandingkan dengan format file lainnya seperti JPEG atau BMP, tentu saja dengan mengorbankan kualitas gambar yg dihasilkan. Salah satu kelebihan lain dari format GIF adalah kemampuannya untuk menghasilkan animasi gambar, walaupun dengan kualitas lumayan rendah.

File-file animasi GIF biasanya banyak ditemui di forum-forum internet dalam bentuk avatar yg menyatakan representasi pengguna dalam bentuk grafis. Kasarnya, avatar dipakai sebagai “foto” pengenal untuk pengguna (user) dalam suatu forum. Banyak yg menggunakan file gambar dengan format GIF untuk dijadikan avatar tadi, alasannya ya karena file GIF bisa dibuat animasi, sehingga seolah-olah si user terlihat lebih “keren” di forum tersebut (… walaupun kenyataannya avatar juga bisa digunakan untuk menipu pengguna lainnya emoticon).

Terus bagaimana caranya bikin file animasi GIF ? Ada banyak cara, tentunya dengan menggunakan software khusus. Sekarang persoalannya, pake software yg mana ? Nah, khusus untuk masalah pemilihan software, ada baiknya anda berhati-hati. Umumnya, karena nggak tau, orang langsung buka Google untuk mencari software-software yg bisa membuat animasi GIF. Sayangnya, kebanyakan yg muncul di halaman pertama adalah software-software “asing” alias nggak terlalu terkenal di kalangan pengguna PC, udah gitu banyak yg minta bayaran alias nggak free.

Kali ini saya mau berbagi sedikit pengetahuan untuk membuat animasi GIF dengan menggunakan software yg seharusnya nggak asing lagi di telinga para pengguna PC, Adobe ImageReady. Kalo anda pernah install Adobe Photoshop di PC anda, seharusnya Adobe ImageReady juga ikut terinstall bersamanya. Walaupun tidak memiliki fitur sekaya Photoshop, ImageReady sangat cocok bila anda ingin melakukan penyuntingan gambar secara cepat, khususnya untuk gambar-gambar yg biasanya ditampilkan di halaman web, termasuk membuat animasi GIF.

Sebelum membuat animasi, anda harus sudah menyiapkan gambar dengan format GIF, minimal 2 gambar. Kalo ada gambar yg sama dan memang terlihat “berurutan” bakal lebih bagus lagi. Kalo emang beda gambar juga nggak apa-apa, yg penting ukurannya harus sama, misal keduanya punya ukuran 200×200 pixel. Berikutnya langkah-langkahnya :

1. Jalankan Adobe ImageReady. Lalu buka file-file yg mau dibuat animasi.

Buka semua file yg mau dibuat animasi

2. Pilih (klik) jendela gambar yg akan dijadikan klip awal dari animasi (istilah kerennya Starting Frame). Gambar ini akan dijadikan gambar yg pertama kali ditampilkan dalam animasi. Semua proses editing juga akan dilakukan pada jendela gambar ini.

3. Setelah gambar pertama dipilih, klik dua kali Layer gambar tersebut pada palet layer (palet layer biasanya terletak di sebelah kanan bawah workframe). Ganti nama layer dengan nama yg mudah diingat. Misalnya untuk Starting Frame, tulis saja namanya Gambar1.

Ganti nama starting frame layer. Toolbox

4. Pilih (klik) jendela gambar kedua (urutan kedua animasi). Lalu pada toolbox (biasanya di sebelah kiri workframe), pilih Move Tool, lalu klik dan seret gambar kedua ke atas jendela gambar pertama. Kalo anda melakukannya dengan benar, di palet layer gambar pertama akan muncul layer baru yg berisi gambar kedua. Atur posisi layer untuk gambar kedua di atas layer gambar pertama (kalo dibawah gambar pertama, ntar animasinya jadi terbalik urutannya). Ganti nama layer untuk gambar kedua menjadi Gambar2 (lihat langkah 3).

Taruh layer baru di atas layer sebelumnya.

5. Kalo anda punya lebih dari dua gambar, lakukan hal yg sama dengan gambar-gambar berikutnya seperti pada langkah 4. Jadi, gambar ketiga diseret ke gambar pertama, lalu posisikan layer untuk gambar ketiga di atas layer gambar kedua. Jadi ntar urutan layer di gambar pertama (dari bawah) menjadi : Gambar1, Gambar2, Gambar3 dst. Ingat. Jendela gambar aktif harus tetap gambar pertama. Setelah anda memindahkan gambar-gambar lain ke jendela gambar pertama, anda bisa menutup jendela untuk gambar yg lain, seperti gambar ke dua, ketiga dst.

6. Pada palet Animation (Kalo nggak ada, pada menu pilih Window -> Animation untuk menampilkan palet Animation), klik submenu (yg seperti tanda panah ke kanan). Di submenu pilih, Make Frames Form Layers. Bila anda melakukannya dengan benar, layer-layer pada gambar pertama akan dipindahkan ke palete Animation.

Buat animasi dari layer

7. Dibagian bawah tiap frame akan nampak timing dari tiap gambar. Ubahlah tiap frame sesuai selera anda, dengan mengklik tanda panah bawah. Misalnya timingnya menjadi 1 detik untuk tiap frame, artinya tiap gambar akan ditampilkan secara berurutan setiap 1 detik. Anda juga bisa menguji animasi dengan mengklik tombol Play di bagian bawah palet Animation. Jangan lupa, di kiri bawah palet Animation, ganti Once dengan Forever supaya animasinya bisa diulang setelah selesai.

8. Setelah anda mengatur timing tiap frame, simpan animasi tersebut dengan mengklik menu File -> Save Optimized As. Tulis nama file GIF yg anda inginkan.

Di atas adalah contoh animasi GIF yg saya buat dari citra radar dengan menggunakan 10 gambar dasar GIF. Selamat mencoba emoticon.

Access Point, ethernet adapter, gateway, dan universal repeater dalam saku Anda!

Ukuran yang Ringkas Agar Mudah Dibawa-bawa

ASUS WL-330gE sangat mungil dengan ukuran hanya 8,5×6 x1,7 cm dengan berat hanya 2,2 ons. Ukurannya yang mungil ini membuatnya mudah dibawa dan digunakan dalam situasi apapun sehingga membuat ASUS WL-330gE ini sangat istimewa. Dengan kemudahan untuk dibawa ke mana saja, WL-330gE dapat menyediakan akses wireless ke Internet dengan mudah dan ringkas.

Beragam Fungsi

Untuk menggunakan WL-330gE dalam mode AP atau Gateway, Anda cukup menyambungkannya ke port Ethernet pada modem atau koneksi LAN dan WL-330gE sudah siap digunakan. Selain itu, WL-330gE dapat menyediakan eksibilitas yang superior dalam membangun jaringan wireless dengan dukungan NAT dan DHCP server yang  memungkinkan internet sharing.

Dengan “mode  hot spot” pada WL-330gE dalam mode Gateway, tidak hanya laptop Anda yang dapat mengakses Internet, tapi perangkat WiFi lainnya milik Anda (atau teman Anda), seperti PDA, PSP atau telepon WiFi juga dapat meng-aksesnya tanpa biaya tambahan.

Setup yang Mudah

Hadirnya tampilan setup yang mudah membuat Anda hanya perlu melakukan beberapa klik untuk men-setting koneksi internet wireless. Anda hanya perlu menemukan WL-330gE menggunakan “Device Discovery”, lalu klik pada “Con gure”, kemudian pilih mode yang diperlukan, dan WL-330gE siap digunakan. Dengan fungsi Plug´ n´ Play tanpa driver, hubungkan WL-330gE dengan router/modem, dan WL-330gE siap digunakan.

Foto yang biasa-biasa saja akan menjadi lebih bersahaja jika Anda menambahkan efek yang tepat. Contohnya dengan permainan tool brush, dapat diperoleh efek penampakan magis seolah-olah sebuah objek muncul dari leburan-leburan kecil.

MENENTUKAN FOTO

Untuk memulai, pilih sebuah foto dengan background yang tidak terlalu ramai, background yang kosong akan lebih membantu efek ini menjadi lebih hidup. Klik menu File – Open untuk membuka foto yang Anda pilih di dalam kanvas kerja. Tekan tombol D untuk membuat default warna foreground dengan hitam dan background dengan putih. Duplikasikan  layer dengan menekan tombol CTRL + J sehingga tercipta layer baru bernama Layer 1.

PENGATURAN BRUSH 1

Tekan tombol “B” untuk mengaktifkan Brush Tool. Klik pada opsi Brushes sehingga menampilkan kongurasi brush lebih lanjut. Klik pada Brush Tip Shape, pilih brush dengan diameter 3px, tentukan Roundness sebesar 100%, Hardness sebesar 100%, centang ([1]) opsi Spacing dan berikan nilai sebesar 311%.

PENGATURAN BRUSH 2

Masih dalam jendela yang sama, klik pada opsi Scattering, centang ([1]) pada opsi Both Axes dan berikan nilai sebesar 1000%, tentukan Control dengan Off, Count sebesar 2, dan Count Jitter sebesar 86%.

MENENTUKAN WARNA

Klik pada icon “Create a new layer” pada jendela Layer sehingga tercipta sebuah layer kosong bernama Layer 2.  Pilih Eyedropper Tool, kemudian klik pada area tertentu (misalkan pada tangan) untuk mendapatkan warna yang sesuai. Pilih kembali Brush Tool (dengan menekan tombol “B”), kini Anda siap menggunakan brush untuk membuat efek magis.

EFEK MAGIS

Sapukan brush tool pada area sekitar tangan, untuk membuat efek brush lebih bervariasi, Anda dapat mengatur ukuran brush dengan menekan tombol “[“ untuk memperkecil, dan menekan tombol “]” untuk memperbesar brush.

MENGULANG EFEK

Anda dapat membuat efek yang sama pada area gambar yang lain, dengan langkah-langkah seperti di atas, yaitu memilih Eyedropper Tool, menentukan warna area yang cocok, memilih kembali Brush Tool, dan membuat efek magis. Buatlah efek magis sesuai kreativitas Anda.

SEBELUM DAN SESUDAH

Anda dapat membandingkan gambar awal sebelum dimanipulasi dan gambar setelah ditambahkan efek magis. Tunggu apa lagi, tambahkan efek magis pada gambar-gambar favorit Anda!

Pesta barbeque menyambut pergantian tahun tak terasa sudah berlalu. Hanya tersisa foto-foto kenangan pada saat acara. Sebelum mencetak dan menyimpannya di album, kita dapat menambahkan efek untuk membuatnya lebih hidup. Salah satunya dengan menambahkan asap pada daging panggang yang lezat.

1. BUKA FOTO HIDANGAN

Buka foto hidangan daging panggang yang telah disiapkan pada kanvas kerja Photoshop Anda. Kemudian  pilih menu Layer-New-Layer untuk menciptakan sebuah layer baru sebagai tempat menempatkan efek asap yang akan dibuat. Beri nama layer baru ini dengan nama “asap”. Layer baru ini secara otomatis akan mengambil tempat di atas layer Background.  Apabila foto terlihat terlalu pucat, Anda dapat menggelapkannya dengan menu Edit-Levels dan menggeser slider tengah ke arah kanan.

2. SIAPKAN BRUSH TOOL

Sekarang kita akan menyiapkan satu-satunya Tool yang akan digunakan dalam proses pembuatan asap. Klik icon Brush Tool pada Toolbox. Pilih jenis Brush Petal Crystal yang dapat Anda dapatkan dari kelompok Special Effect Brushes.Pada Option Bar yang terdapat pada sisi atas aplikasi Photoshop Anda terdapat pilihan Master Diameter. Geser slider pada Master Diameter hingga mencapai ukuran diameter yang cukup besar tergantung pada resolusi gambar Anda. pada contoh digunakan diameter sebesar 125 pixels. Kemudian turunkan Opacity Brush menjadi 25%.

3. SAPUKAN BRUSH ASAP

Klik pada layer “asap” sehingga untuk seterusnya layer inilah yang aktif. Pastikan warna Foreground pada Toolbox adalah warna putih. Jika belum, Anda dapat mengganti warnanya dengan mengklik pada palet tersebut dan memilih warna putih pada Color Picker. Kemudian sapukan brush membentuk tiga garis lurus pada kanvas mengikuti arah api yang menyala seperti ditunjukkan pada gambar berikut. Kini ketiga garis terlihat samar menutupi gambar daging pada kanvas.

4. ULANGI BRUSH PADA KANVAS

Turunkan diameter brush menjadi 90 dan gambarlah 3 garis lagi menimpa garis sebelumnya yang telah kita buat sebelumnya. Ulangi lagi dengan menurunkan diameternya menjadi 60 px. Kali ini naikkan level opacity menjadi 70%. Sekali lagi lakukan sapuan terakhir dengan diameter yang lebih kecil, yaitu 40 px. Namun, opacity kali ini dinaikkan maksimal menjadi 100%.

5. APLIKASIKAN WAVE

Kini aplikasikan  Filter-Distort-Wave untuk membuat bentuk bergelombang yang membentuk asap. Masukkan parameter berikut: Generators =  5; Min. Wavelength = 10 dan Max = 120; Min. Amplitude = 10 dan Max = 35; Scale Hprizontal dan Vert = 100%; Type: Sine dan Areas: Repeat Edge Pixels. Segera setelah menekan tombol OK pada Wave,klik pada menu Edit dan temukan menu Fade Wave. Masukkan nilai 50% pada dialog box yang muncul. Ulangi Filter dan Fade Wave beberapa kali sehingga menciptakan bentuk asap seperti pada gambar di atas.

6. HAPUS DENGAN ERASER

Anda sudah hampir selesai dengan gambar ini. Sekarang sebagai langkah terakhir, pilih Eraser Tool, atur opacity menjadi 5%, dan hapus sedikit bagian atas asap untuk memfokuskan asap pada bagian tengah gambar. Kemudian turunkan Opacity level pada palet layer menjadi 70% saja untuk membuat efek asap terlihat lebih samar. Kini Anda telah selesai.

7. PERBANDINGAN GAMBAR

Jika menginginkan efek asap lebih terlihat, Anda dapat menurunkan sedikit lagi  pada layer daging. Foto yang telah diberi efek asap terlihat lebih lezat dan “hidup” dibandingkan foto sebelumnya yang pucat dan kurang menarik. Hanya dengan menatapnya dapat mengingatkan Anda pada lezatnya cita rasa daging yang dipanggang dan hangatnya suasana kebersamaan bersama kerabat dan sahabat-sahabat Anda yang mungkin mulai jarang bertemu mengingat padatnya kesibukan rutinitas masing-masing.

Mungkin Anda ingin memberikan  warna lain pada rambut hitam Anda,  tetapi apakah warna yang dipilih  akan cocok untuk Anda? Anda dapat  bereksperimen terlebih dahulu dengan  mengubah warna rambut Anda dengan  warna tertentu melalui Photoshop.

1. MEMILIH FOTO

Ambil foto diri Anda yang menampakkan rambut Anda  dengan jelas, klik menu File­Open untuk membukanya  di dalam kanvas kerja. Tekan tombol D untuk membuat default warna foreground dengan hitam dan background dengan  putih. Duplikasikan layer dengan menekan tombol CTRL + J  sehingga tercipta layer baru bernama Layer 1.

2. MENGAKTIFKAN CURVE

Kita akan mengubah warna rambut dengan fasilitas  Curve yang terdapat pada Photoshop, pilih menu  Image – Adjustments – Curves, akan tampil sebuah Jendela Curves  yang memiliki empat channel warna, yaitu RGB, Red, Green, dan Blue.

3. WARNA MERAH

Mula-mula pilih channel Red, lalu arahkan kurva ke bawah, Anda akan melihat perubahan warna terjadi  pada gambar Anda dengan dominan warna merah, atur hingga  mendapatkan warna yang Anda inginkan. Pada contoh kurva  digeser hingga parameter  Input bernilai 70% dan Output bernilai 40%.

4. KOMBINASI WARNA

Anda dapat memilih channel lain dan melakukan peng- aturan yang mengombinasikan warna-warna tersebut  agar mendapatkan warna yang Anda inginkan. Fokuskan  pandangan Anda pada warna rambutnya saja, tidak perlu  kuatir dengan bagian lain yang ikut berubah warna, karena kita  akan mengembalikan warna asli selain rambut pada langkah  selanjutnya.

5. LAYER MASK

Setelah menentukan warna rambut yang Anda inginkan  dengan pengaturan Curve, buat sebuah layer mask dengan mengklik icon “Add layer mask” sehingga menampilkan  sebuah layer putih kosong pada Layer 1.

6. KEMBALIKAN WARNA ASLI

Pilih Brush Tool, lalu kuaskan pada bagian gambar yang  ingin Anda kembalikan ke warna asli. Untuk bagian area  yang memerlukan ketelitian yang cukup detail, Anda dapat  memperbesar (Zoom In) gambar agar dapat lebih menentukan  area kuas, memperkecil Master Diameter dan Opacity-nya, agar  didapatkan hasil yang halus dan rapi.

7. SEBELUM DAN SESUDAH

Anda dapat membandingkan gambar awal sebelum di manipulasi dan gambar setelah warna rambut berubah.  Dengan cara ini, Anda dapat tampil dengan berbagai warna  rambut yang menarik.

BAGIAN 1 DARI 2 ARTIKEL

SMS (SHORT MESSAGE SERVICE) bukan hal baru pada teknologimobile, tetapi penggunaannya seolah sudah menjadi  bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat kota.

Tidak surut oleh kemajuan teknologi mobile seperti EMS, MMS, ringtone, gambar, ataupun video conference, cara bertukar informasi ala SMS dengan menggunakan teks sederhana masih tetap menjadi pilihan utama.

Tidak terbatas hanya untuk sarana komunikasi pengganti percakapan lisan di antara dua orang, SMS saat ini juga ramai digunakan untuk voting, kuis, lelang, banking, order barang, promosi, undangan, dan masih banyak lagi.

Apa Kelebihan SMS?

SMS dapat menjadi popular tentunya karena memiliki kelebihan, dan kelebihan SMS justru terletak pada kesederhanaannya, sehingga mudah diaplikasikan.

Semua ponsel memiliki tur SMS, tidak peduli apakah ponsel tersebut mendukung 3G dengan fasilitas touch screen ataupun ponsel tempo dulu yang hanya memiliki satu baris layar sederhana seperti kalkulator. SMS juga tetap dapat dikirim walaupun ponsel penerima tidak dalam keadaan aktif dalam limit waktu tertentu, karena SMS memiliki validity period.

Penyampaian SMS umumnya juga cepat dan tidak mengganggu. Biaya yang relatif murah juga menjadi salah satu alasan mengapa SMS digunakan secara luas.

SMS Gateway

SMS gateway merupakan sistem aplikasi untuk mengirim dan/atau menerima SMS, terutama digunakan dalam aplikasi bisnis, baik untuk kepentingan promosi, servis kepada kustomer, pengadaan content produk atau jasa, dan seterusnya.

Karena merupakan sebuah aplikasi, maka tur-tur  yang terdapat di dalam SMS gateway dapat dimodi kasi  sesuai dengan kebutuhan.

Beberapa tur yang umum dikembangkan dalam aplikasi SMS gateway adalah:

1. Auto-reply.

SMS gateway secara otomatis akan membalas SMS yang masuk. Contohnya untuk keperluan permintaan informasi tertentu (misalnya kurs mata uang atau jadwal perjalanan), di mana pengirim mengirimkan SMS dengan format tertentu yang dikenali aplikasi, kemudian aplikasi dapat melakukan auto-reply dengan membalas SMS tersebut, berisi informasi yang dibutuhkan.

2. Pengiriman massal.

Disebut juga dengan istilah SMS broadcast, bertujuan untuk mengirimkan SMS ke banyak tujuan sekaligus. Misalnya, untuk informasi produk terbaru kepada pelanggan.3. Pengiriman terjadwal.

Sebuah SMS dapat diatur untuk dikirimkan ke tujuan secara otomatis pada waktu tertentu. Contohnya untuk keperluan mengucapkan selamat ulang tahun.

Untuk membuat sebuah SMS gateway, Anda perlu mengenal hal-hal yang berhubungan dengan SMS gateway itu sendiri.

Salah satu hal yang memegang peranan penting dalam pengiriman SMS adalah SMSC (Short Message Service Center), yang merupakan jaringan telepon selular yang menangani pengiriman SMS.

Jadi, pada saat seseorang mengirimkan sebuah pesan SMS melalui ponselnya, SMSC-lah yang bertugas mengirimkan pesan tersebut ke nomor tujuan.

Jika nomor tujuan tidak aktif, maka SMSC akan menyimpan pesan tersebut dalam jangka waktu tertentu. Jika SMS tetap tidak dapat terkirim sampai jangka waktu tersebut berakhir, maka SMS tersebut akan dihapus dari penyimpanan SMSC.

Sebuah aplikasi SMS gateway dapat menggunakan jalur SMSC untuk pengoperasiannya. Keuntungannya adalah penggunaan nomor pendek yang mungkin dapat terdiri dari 3 atau 4 digit saja, misalnya 222, 9090, dan seterusnya.

Contohnya seperti saat Anda mengikuti polling SMS Indonesian Idol, nomor pendek ini disediakan oleh operator jaringan SMSC.

Jalur SMSC juga dapat mengirim SMS dalam jumlah banyak dalam waktu yang relatif singkat.

Hanya saja, untuk membuat SMS gateway dengan menggunakan jalur SMSC, Anda harus memiliki jalur koneksi ke operator selular, dan ini bukan hal yang mudah untuk pelaku bisnis dalam skala kecil ataupun individu.

Umumnya layanan ini digunakan jika aplikasi Anda dapat menghasilkan lalu lintas SMS yang tinggi.

Terdapat alternatif infrastruktur yang lebih sederhana dan mudah didapatkan, yaitu membuat SMS gateway yang menggunakan ponsel ataupun modem GSM/CDMA sebagai media pengirim/penerima SMS, di mana ponsel atau modem GSM/CDMA tersebut terpasang pada sebuah komputer.

Tentu saja SMS tersebut sebenarnya tetap terkirim melalui SMSC, hanya saja melalui rute yang lebih panjang karena tidak memiliki koneksi langsung ke SMSC. Karena itu, kapasitas dan kecepatan pengirimannya tidak sebaik performa jika langsung menggunakan jalur SMSC.

Karena relatif lebih mudah untuk diimplementasikan, SMS gateway dengan menggunakan ponsel atau GSM/CDMA modem cukup berkembang dan banyak digunakan.

Lalu apa perbedaannya jika menggunakan ponsel, modem GSM, atau modem CDMA? Apa pilihan terbaik? Sangat tergantung pada kebutuhan Anda sendiri, modem GSM/CDMA memang di desain bekerja untuk keperluan SMS gateway, memiliki performa yang baik, dan stabil dibandingkan dengan ponsel biasa.

Tetapi, penggunaan ponsel untuk keperluan SMS gateway juga dapat dipertimbangkan jika sistem SMS gateway yang digunakan tidak terlalu berat dan masih dapat ditangani melalui ponsel.

Sedangkan modem GSM atau modem CDMA, sesuai dengan namanya, dibedakan oleh jaringannya, apakah menggunakan GSM atau CDMA. Untuk saat ini, modem GSM lebih banyak digunakan karena jaringan GSM yang lebih stabil.

Modem CDMA tetap merupakan alternatif menarik yang mungkin berguna untuk kondisi tertentu. Misalnya jika Anda memiliki perhitungan biaya pulsa yang lebih murah, atau kalangan penerima SMS dari sistem SMS gateway Anda mayoritas menggunakan ponsel CDMA.

Cara kerja modem GSM/CDMA mirip dengan modem dialup yang biasa Anda gunakan untuk koneksi Internet melalui line telepon.

Perbedaannya adalah modem dial-up mengirim dan menerima data melalui line telpon, sedangkan modem GSM/CDMA mengirim dan menerima data melalui gelombang radio.

Library SMS Gateway

Kita akan membahas lebih lanjut mengenai konsep pembuatan SMS gateway, dengan menggunakan ponsel atau modem GSM.

Inti dari sebuah SMS gateway adalah mesin atau engine pengiriman dan penerima SMS, sehingga developer dapat menggunakan function-function yang telah disediakan engine tersebut dan menyesuaikannya dengan kebutuhan dan database.

Salah satu komponen ActiveX yang dapat digunakan untuk keperluan SMS gateway adalah FBUS yang dapat digunakan oleh programer Visual Basic ataupun bahasa pemrograman lain yang mendukung control ActiveX.

Yang paling menarik adalah untuk versi FBUS Lite dapat didownload secara gratis. Pada saat ini tidak mudah mendapatkan komponen SMS gateway yang gratis dan berkualitas, terutama untuk platform Windows.

FBUS kompatibel dengan kebanyakan ponsel Nokia, dengan panduan contoh program demo yang ikut disertakan dalam paket download-nya dan referensi dari website, Anda dapat mengembangkan sebuah SMS gateway sederhana.

Library/komponen lain yang dapat Anda pergunakan adalah Boomerang GSM yang dibuat dengan bahasa pemrograman Delphi, tetapi juga disediakan library ActiveX yang dapat digunakan oleh Visual Basic.

Untuk versi Lite juga dapat diperoleh secara gratis, walaupun Anda memerlukan registrasi melalui website Boomerang pada saat menggunakannya di komputer Anda.

Library ini cukup dapat diandalkan dan kompatibel dengan cukup banyak jenis ponsel maupun modem GSM.

Untuk library atau  software SMS gateway komersial, Anda tidak akan mengalami kesulitan mencarinya melalui Internet, terdapat banyak sekali pilihan yang tersedia. Misalnya Oxygen, WinSMS, Ozeki, dan masih banyak lagi.

Untuk lingkungan platform keluarga Linux, salah satu pilihan yang populer adalah Kannel. Selain SMS gateway, Kannel juga merupakan WAP gateway. Pilihan popular lainnya dalam lingkungan Linux adalah Gnokii.

MSComm dan AT Command

Anda juga dapat membuat sendiri library/komponen SMS gateway, dengan menggunakan control/komponen standar yang ada pada bahasa pemrograman seperti Visual Basic atau Delphi. Control/komponen yang dimaksud adalah MSComm.

MSComm menyediakan komunikasi data melalui serial port (juga mendukung USB dan  infrared) dari aplikasi Anda. Sehingga Anda dapat berkomunikasi dengan ponsel atau modem GSM yang terpasang pada serial port komputer Anda.

Bahasa yang dikenali oleh ponsel/modem GSM disebut dengan AT command. AT merupakan kependekan dari Attention.

AT command dapat digunakan antara lain untuk menginstruksikan perintah-perintah sebagai berikut:

1. Mengirim dan menerima pesan SMS atau faks.

2. Mendapatkan informasi mengenai device, misalnya nama manufaktur, nomor IMEI, dan lain-lain.

3. Mendapatkan status device, misalnya status aktivitas, status registrasi network, kekuatan sinyal, ataupun status baterai.

4.  Penulisan dan pencarian phonebook.

5. Dari sisi keamanan, Anda dapat mengaktifkan fasilitas lock dan mengubah password.

6. Menyimpan dan mengembalikan kon gurasi.

Tidak semua device mengimplementasikan seluruh AT command, pada umumnya modem GSM lebih mendukung banyak AT command dibandingkan ponsel biasa.

Dengan AT command, Anda juga dapat mengirim SMS melalui GPRS jika modem atau ponsel Anda mendukung tur GPRS.

Untuk mencoba AT command melalui komputer Anda, Anda dapat menggunakan HyperTerminal yang disediakan oleh Microsoft Windows yang terletak pada menu All Programs

– Accessories, Communications – HyperTerminal.

Pastikan Anda telah menginstal driver yang diperlukan agar operating system mengenali device yang Anda gunakan, lalu Anda dapat memasukkan kartu GSM pada ponsel atau modem GSM. Koneksikan pada port komputer, pastikan computer Anda telah mengenalinya, lalu Anda dapat memanggil program HyperTerminal.

Untuk melakukan tes koneksi dengan ponsel/modem GSM, cukup ketikkan perintah AT diikuti dengan penekanan tombol enter, yang akan direspon dengan OK jika tidak terdapat masalah.

Berikut adalah contoh rentetan AT command untuk mengirimkan SMS:

AT

AT+CMGF=1

AT+CMGS=08xxxxxxx

> testing kirim

Perintah AT+CMGF=1 memberikan instruksi untuk beroperasi pada format text (akan dijelaskan kemudian), AT+CMGS= diikuti dengan nomor ponsel tujuan, sedangkan tulisan “testing kirim” merupakan isi pesan yang ingin dikirim.

Setiap baris pada contoh perintah di atas diakhiri dengan penekanan tombol enter, kecuali untuk baris pengirisan pesan, yang diakhiri dengan CTRL + Z.

AT command umumnya ditulis dengan huruf besar, tetapi banyak modem GSM dan ponsel yang mengizinkan penulisan AT command dalam huruf besar maupun huruf kecil.

Setelah berhasil menjalankan AT command pada HyperTerminal, maka Anda telah siap untuk melangkah lebih lanjut, yaitu menuliskan kode program pada bahasa pemrograman favorit Anda untuk membangun sebuah SMS gateway.

Kode program yang membangun SMS gateway pada intinya menuliskan AT command di dalam aplikasi Anda, sebagaimana yang dilakukan dalam HyperTerminal.

Tentunya, peranan AT command sangat penting jika Anda  mengembangkan sendiri aplikasi SMS gateway. Untuk memudahkan pemahaman, Anda dapat mengategorikan AT command ke dalam beberapa kategori.

AT COMMAND YANG BERSIFAT UMUM

AT COMMAND  FUNGSI

AT+CGMI  Mengambil informasi manufaktur

AT+CGMM  Mengambil informasi model

AT+CGMR  Mengambil informasi revisi

AT+CGSN  Mengambil informasi serial number device

AT+CSCS  Memilih set karakter

AT COMMAND UNTUK KONTROL

AT COMMAND  FUNGSI

ATD Melakukan dial

ATH  Hang up panggilan yang masuk

ATA  Menjawab panggilan yang masuk

AT COMMAND UNTUK LAYANAN JARINGAN

AT COMMAND  FUNGSI

AT+CNUM Nomor subscriber

AT+CREG Registrasi jaringan

AT+COPS Pemilihan operator

AT+CLCK Fasilitas lock

AT+CPWD Penggantian password

AT+CCWA Call waiting

AT COMMAND UNTUK SMS

AT COMMAND  FUNGSI

AT+CPMS  Menentukan penyimpanan pesan

AT+CMGF Format pesan

AT+CSCA  Nomor service center

AT+CNMI  Pengaktifan indikasi pesan baru

AT+CMGL Daftar pesan

AT+CMGR Membaca pesan

AT+CMGS Mengirim pesan

AT+CMGD Menghapus pesan

AT+CMMS  Mengirimkan lebih banyak pesan

+CMTI  Noti kasi delivery pesan

+CDSI  Noti kasi status report

Masih banyak lagi AT command yang tersedia, akan sangat bagus jika Anda memiliki dokumentasi AT command yang didukung oleh device yang Anda gunakan, sehingga Anda dapat memaksimalkan kemampuan device yang digunakan pada SMS gateway Anda.

Untuk AT command yang berawalan dengan AT (misalnya: AT+CMGS, AT+CMGD) diketikkan dengan diikuti parameter-parameter yang dibutuhkan, sedangkan command tanpa awalan

AT (seperti +CMTI,+CDSI) merupakan result yang dikeluarkan oleh device.

Jika Anda tidak memiliki dokumentasi yang cukup mengenai AT command yang didukung oleh device yang digunakan, Anda dapat mencoba AT command tersebut melalui HyperTerminal.

HyperTerminal akan mengembalikan pesan kesalahan jika ATcommand yang Anda ketikkan tidak dimengerti oleh device. Saat sebuah AT command tidak menampilkan pesan kesalahan, Anda perlu mencoba lebih jauh dengan mengetikkan parameter-parameter yang mungkin digunakan dalam aplikasi.

Hal ini penting mengingat AT command juga bisa berbeda parameter antara device satu dengan device lainnya.

Terdapat dua tipe AT command, yaitu basic command dan extended command. Basic command adalah AT command yang tidak menggunakan tanda +, misalnya ATD, ATH, dan ATA.

Sebaliknya, AT command yang menggunakan tanda + merupakan extended command. Setiap extended command memiliki parameter/perintah test yaitu =?, yang akan mengembalikan informasi mengenai command tersebut.

Contohnya Anda dapat mengetikkan AT+CMGF=?, AT+CMGI=?, dan seterusnya.

Format PDU dan Text

Format SMS yang digunakan oleh ponsel/modem GSM adalah format PDU (Protocol Description Unit), tetapi pada contoh di atas dengan menggunakan HyperTerminal, Anda menggunakan format ASCII text, yang memang lebih mudah digunakan.

Tetapi proses yang terjadi adalah format ASCII text yang Anda ketikkan akan di-convert ke dalam format PDU, pada saat SMS diterima nomor tujuan, ponsel/modem GSM akan mengubah kembali SMS format PDU tersebut menjadi format ASCII text agar dapat terbaca dengan mudah oleh pengguna.

Anda telah mencoba mengirimkan SMS melalui AT command dengan  format text, cukup mudah bukan? Jika  berhasil melakukannya, Anda perlu berterima kasih pada ponsel  atau modem GSM Anda, karena device yang Anda gunakan mendukung format text, yang diaktifkan melalui perintah AT+CMGF=1.

Tetapi tidak semua device mendukung format text, untuk  device yang hanya mendukung format PDU, Anda harus mengirimkan SMS dalam format PDU.

Format PDU dituliskan dengan heksadesimal, terbagi atas 8 header, yaitu:

1. Nomor SMS Center.

Terdiri lagi dari 3 subheader yang memiliki aturan sendiri, sebagai contoh SMS Center Telkomsel dengan format text biasa adalah 0811000000, tetapi di dalam format PDU dituliskan menjadi 06818011000000. Contoh lain SMS Center Indosat-M3 adalah 0855000000 dalam format text, dituliskan menjadi 06818055000000 dalam format PDU.

2. Tipe SMS.

3. Nomor Referensi SMS.

4. Nomor Ponsel Penerima, dengan cara penulisan yang mirip dengan header 1, yaitu pengisian nomor SMS Center.

5. Bentuk SMS.

6.  Skema Encoding Data I/O.

7.  Jangka Waktu Sebelum Expired.

8.  Isi SMS, terbagi lagi menjadi dua subheader dan isi pesan dalam heksadesimal.

Delapan header ini kemudian digabungkan menjadi sebuah paket PDU yang lengkap. Jika menggunakan format PDU, Anda memerlukan function/tools yang dapat membantu Anda melakukan konversi format PDU ke text dan sebaliknya.

Persiapan Development

Anda dapat memilih bahasa pemrograman yang disukai untuk mengembangkan aplikasi SMS gateway. Selama bahasa pemrograman tersebut mendukung komunikasi device dengan menggunakan AT command, maka Anda dapat membangun SMS gateway dengan menggunakan bahasa pemrograman tersebut.

Pada kesempatan mendatang, kita akan mempelajari konsep pembuatan beberapa tur standar SMS gateway dengan menggunakan komponen MSComm dan bahasa pemrograman Visual Basic.

Hal lain yang perlu dipersiapkan adalah database. Anda dapat menyusun tabel-tabel dalam database sebagaimana layaknya SMS dikirim dan disimpan pada ponsel Anda, di mana terdapat tabel Inbox untuk menerima SMS, table Outbox untuk mengirim SMS, dan table Sent Items untuk SMS yang telah terkirim.

Sampai bertemu kembali dalam artikel selanjutnya, dengan pembahasan yang lebih mendalam mengenai SMS gateway.

LEBIH LANJUT

http://en.wikipedia.org/wiki/Short_message_service

http://en.wikipedia.org/wiki/SMS_gateway

alah satu fitur baru Windows Vista adalah User Access Control. Kita lihat lebih dekat apa itu UAC dan bagaimana mengubah cara kerjanya.

MICROSOFT MENEKANKAN adanya fitur sekuriti baru pada Windows Vista. Dari sudut pandang user, User Access Controllah yang paling kentara. UAC merupakan mekanisme supaya user bahkan administrator melakukan task Windows dengan hak non-administratif atau sebagai user biasa. Sebelum task administratif dilakukan, user harus secara interaktif menyetujui aksi yang bisa membahayakan komputer.

Latar Belakang User Access Control

Pada Windows sebelum Vista, user diberi token pada waktu login. User nonadministratif diberi token yang memberinya akses ke resource yang tidak membutuhkan hak administratif. User yang menjadi anggota grup administratif diberi satu token yang memberi mereka akses penuh ke semua resource pada komputer lokal.

Dari sudut pandang kemudahan pengggunaan, model otoritas ini bagus. Namun, dari sudut pandang sekuriti, ini tidak bagus. Bayangkan kemungkinan terjadinya instalasi yang dilakukan oleh spyware. Instalasi ini dilakukan pada waktu Anda mengunjungi, baik secara tidak sengaja atau disengaja, situs yang berisi kode tersembunyi yang tidak Anda ketahui.

Meskipun spyware scanner kemampuannya semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir, tidak ada satu solusi di pasaran yang akan bisa melindungi dari segala ancaman. Meskipun produk semacam itu ada, belum tentu bisa mengatasi ancaman yang belum diketahui. Spyware baru bermunculan setiap hari dan vendor butuh waktu untuk mempelajari gangguan tersebut dan meng-update produk mereka.

Jika Anda masuk sebagai user dengan hak akses administratif pada waktu instalasi itu terjadi, spyware akan diinstalasi ke komputer tanpa sepengetahuan Anda sama sekali. Spyware ini bisa apa saja mulai dari tool yang tidak begitu berbahaya sampai key logger yang menangkap semua yang Anda ketik dan mengirimkan hasilnya ke lokasi yang ditentukan. Bisa saja ada instalasi “pintu belakang” yang memungkinkan hacker untuk masuk ke dalam sistem Anda di kemudian hari untuk melakukan maksud jahatnya.

Yang lebih buruk, semakin dalam spyware dimasukkan ke sistem, semakin sulit untuk dihilangkan. Sekarang, Anda telah mengetahui hal ini; tapi di tempat kerja, karena beberapa alasan Anda dipaksa untuk memperbolehkan user supaya berjalan sebagai administrator lokal. Sebagai contoh, banyak user (dengan dukungan manajemen) merasa perlu untuk bisa menginstalasi aplikasi baru di desktop mereka. Sayangnya, mereka sering kali benar. Melakukan bisnis di Internet sering kali berarti harus menginstalasi kontrol ActiveX baru atau jenis aplikasi tertentu. Meskipun bukan tindakan yang aman, lebih baik membiarkan mereka bekerja daripada tidak melakukan apa-apa.

Windows Vista dan User Access Control

User Acces Control ditujukan untuk meredam ancaman. Di Windows Vista, pada waktu user administratif masuk ke dalam sistem, ia diberi dua token: token administratif dan token user biasa. Token user biasa digunakan untuk menjalankan desktop user. Dampaknya adalah administrator tersebut menjalankan sistem dengan hak yang lebih terbatas dibanding pada Windows XP. Sampai tiba saatnya dibutuhkan, token kedua yang dengan hak akses administratif tidak digunakan.

Misalkan user administratif menjalankan Registry Editor. UAC Windows Vista akan muncul dan menunjukkan bahwa diperlukan izin atau password untuk melanjutkan. Pada waktu Anda memperbolehkan suatu tindakan administratif (dengan token administratif), Anda memperbolehkan aplikasi tersebut berjalan dengan hak akses yang dinaikkan. Pada gambar, Anda bisa melihat contoh kotak dialog User Access Control. Jika ingin memperbolehkan, klik tombol Continue.

Meskipun sering kali mengganggu, ini jauh lebih baik karena sistem menyediakan sinyal secara visual yang menunjukkan ada sesuatu yang terjadi dan memberi kesempatan kepada user untuk menolak hal tersebut. Berbicara mengenai gangguan, kita akan lihat bagaimana men-disable UAC secara keseluruhan, dan bagaimana mengeset supaya suatu aplikasi selalu dijalankan dengan hak akses yang dinaikkan.

Disable User Acces Control Secara Keseluruhan

Sebaiknya Anda tidak melakukan ini, meskipun itu adalah komputer sendiri. Meskipun Anda tahu bahaya “asal klik” pada jendela pop-up dan spyware yang mengikutinya, bisa saja Anda lupa. Karena buru-buru menyelesaikan pekerjaan, Anda langsung mengklik tombol OK pada suatu kotak dialog. Begitu selesai, Anda baru sadar bahwa itu adalah pop-up dari suatu situs web. Tidak lama kemudian sistem Anda dimasuki oleh spyware.

Dengan User Access Control, paling tidak ada tambahan penghalang antara kita dan mereka. Namun, jika menurut Anda UAC sangat mengganggu, Anda bisa mendisablenya. Ada sejumlah cara untuk men-disable UAC. Kita akan lihat bagaimana melaku-kannya dari Control Panel, Registry Editor, dan Group Policy.

Semua solusi di sini mengharuskan Anda untuk masuk sebagai user dengan hak administratif. Namun, pada sebagian besar solusi Anda tidak bisa menggunakan account administrator lokal. Kadang account ini tidak bisa menyetujui tindakan administratif. Gunakan account lain yang merupakan anggota grup administrator lokal.

Disable User Access Control Melalui MSConfig

Anda bisa menggunakan MSConfi g untuk mengubah perilaku User Access Control. Buka Start, All Programs, Accessories, Run.Pada boks Run, ketik “msconfi g”, dan tekan [Enter]. Dari jendela System Confi guration, pilih tab Tools seperti ditunjukkan pada gambar. Pada kolom Tool Name, cari opsi Disable UAC. Tekan tombol Launch, dan kemudian reboot sistem.

Disable User Access Control Melalui Control Panel

Jika Anda hanya punya dua komputer, cara paling mudah untuk men-disable User Access Control adalah dengan men-disable fitur dari Control Panel. Buka Start, Control Panel. Lihat Control dalam mode “Classic”, pilih applet User Accounts. Anda akan melihat layar seperti yang tampak pada gambar.

Pilih opsi “Turn User Account Control on or off”. Perhatikan bahwa applet ini mempunyai perisai kecil di sebelahnya. Perisai ini menunjukkan bahwa fungsi ia sendiri diproteksi oleh User Account Control. Hilangkan tanda centang () pada checkbox User Account Control (UAC) to help protect your computer (lihat gambar). Klik OK dan kemudian reboot komputer supaya perubahan diberlakukan.

Disable User Access Control Melalui Registry Editor

Cara kedua untuk men-disable User Access Control adalah menggunakan registry editor. Dengan mengubah mengubah key pada setiap komputer Vista, Anda bisa men-disable User Access Control. Jalankan Registry Editor. Cari key HKEY_LOCAL_MACHINE\ Software\ Microsoft\ Windows\ CurrentVersion\ Policies\ System. Ubah nilai EnableLUA ke “0”. Jika Anda kemudian ingin meng-enable kembali UAC, ulangi lagi prosesnya, tapi ganti nilai EnableLUA ke “1”. Lihat gambar untuk lebih jelasnya. Setelah selesai, reboot komputer supaya perubahan diberlakukan.

Disable/Mengelola User Access Control Melalui Group Policy

Jika Anda punya banyak komputer dan ingin mengubah perilaku User Access Account semuanya, cara terbaik adalah menggunakan Group Policy. Group Policy juga merupakan cara yang paling powerful karenaAnda bisa mengeset beragam parameter yang berhubungan dengan User Access Control.

Buka Start, All Programs, Accessories, Run. Pada boks Run, ketik “gpedit.msc” dan tekan [Enter]. Pada waktu User Access Control meminta izin untuk melanjutkan, klik tombol Continue. Browse ke Computer Confi guration, Windows Settings, Security Settings, Local Policies, Security Options. Anda akan melihat layar seperti tampak pada gambar. Pilih objek group policy yang ingin dimodifi kasi dan ubah setting-nya sesuai yang diinginkan. Pada boks Anda bisa melihat semua setting Group Policy yang berhubungan dengan UAC

Menandai Aplikasi yang Butuh Hak Akses Administratif

Tidak semua aplikasi memicu User Access Control pada waktu dijalankan. Namun, banyak aplikasi yang harus dijalankan dengan hak administratif supaya berfungsi sesuai yang dimaksud. da kasus ini, Anda bisa menandai aplikasi supaya dijalankan dengan hak administratif setiap dijalankan. Perlu diingat bahwa Anda tidak bisa menandai aplikasi untuk melewati pesan UAC.

Klik kanan file executable aplikasi. Dari menu shortcut, pilih opsi Properties, dan kemudian klik tab Compatibility. Di bawah Privilege Level, beri tanda centang () heckbox Run this program as ad administrator, dan kemudian klik OK. (Jika opsi Run this program as an administrator tidak tersedia, berarti aplikasi tidak boleh dijalankan dengan hak akses administrator, aplikasi tidak perlu dijalankan dengan hak akses administrator, atau Anda tidak masuk ke komputer sebagai administator).

Mengganggu, tapi Layak Digunakan

Cara User Access Control mengamankan sistem mungkin mengganggu, tapi sebenarnya bagus untuk menjaga sekuriti sistem, terutama untuk user rumahan. Cara pengamaman ini memang baru bagi user Windows, tapi begitu terbiasa, Anda tentu akan menghargai sekuriti tambahan yang diberikan.

Sebaiknya Anda masuk ke komputer dengan user account biasa. Anda bisa surfing Internet, mengirim e-mail, dan menggunakan pengolah kata, semua tanpa administrator account. Pada waktu ingin melakukan task administratif, seperti menginstalasi program baru atau mengubah setting yang akan mempengaruhi user lain, Anda tidak harus pindah ke administrator account. Windows akan meminta izin atau password administrator sebelum melakukan task tersebut.

Untuk melindungi komputer Anda, buat user account biasa untuk semua user yang berbagi komputer. Pada waktu account biasa ingin menginstalasi software, Windows akan meminta password administrator account sehingga software tidak bisa diinstalasi tanpa sepengetahuan dan izin Anda.

LEBIH LANJUT

http://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=68918

http://go.microsoft.com/fwlink/?linkid=53781

Menciptakan manusia pintar memang hanya Tuhan yang mampu, tetapi manusia ternyata mampu menciptakan mesin pintar. Bahkan, mesin yang lebih pintar dari manusia.

TAHUN 1997 adalah tahun kelabu bagi Garry Kasparov sang juara dunia catur saat itu. Tepatnya pada 11 Mei 1997, Garry Kasparov harus mengakui keunggulan mesin catur buatan IBM yang dinamakan Deep Blue.

Garry Kasparov dikalahkan dalam duel catur manusia melawan mesin, yang dimainkan sebanyak 6 pertandingan. Deep Blue memetik 2 kemenangan, Garry Kasparov memetik 1 ke menangan, sementara 3 pertandingan lainnya berakhir draw atau remis.

Event tersebut menandai kali pertama dalam sejarah, sebuah mesin komputer mampu mengalahkan seorang juara dunia catur.

Mengapa hal tersebut merupakan sesuatu yang menggemparkan? Bukankah sebuah kalkulator sederhana sejak dulu telah mampu menghitung angka-angka lebih cepat dari kebanyakan otak manusia? Ternyata tidak semudah itu mendefi nisikan kecerdasan buatan, atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Artifi cial Intelligence.

Dapatkah Mesin Berpikir?

Kecerdasan buatan merupakan sebuah sistem yang mampu menanggapi situasi dan lingkungannya, dan mengambil tindakan untuk memaksimalkan kesempatan keberhasilannya.

Hal ini berarti bahwa kecerdasan buatan harus dapat mengambil keputusan berdasarkan kondisi yang dihadapinya, terdapat kemampuan untuk menganalisis input yang diberikan, seperti layaknya otak manusia yang mampu berpikir untuk menghasilkan suatu tindakan.

Dengan demikian, tidak terbatas hanya pada kecerdasan menghitung saja seperti pada kalkulator biasa, yang tidak dapat melakukan analisis.

Setidaknya tidak dapat disangkal bahwa memang bantuan komputer memegang peranan yang sangat penting untuk pengembangan kecerdasan buatan.

Umumnya kecerdasan buatan diwujudkan dengan mesin komputer, Deep Blue, yang mengalahkan Garry Kasparov merupakan sebuah mesin yang mengandung 30-node (atau 30 processor) IBM RS/6000 SP Computer dengan masing-masing node memiliki kapasitas 1 GB RAM dan 4 GB disk, di samping ratusan chip search engine yang juga tertanam di dalam Deep Blue.

Deep Blue mampu mencari ratusan juta posisi catur setiap detiknya tergantung pada karakteristik posisi yang dicari, dan tentu saja Deep Blue juga dilengkapi dengan database raksasa.

Memang cukup mengerikan lawan yang harus dihadapi Garry Kasparov dan itu terjadi pada tahun 1997, di saat spesifikasi komputer yang Anda miliki pada waktu itu tentu sudah ketinggalan zaman pada saat ini.

Garry Kasparov sendiri sempat menyangsikan bahwa ia benar-benar melawan sebuah mesin komputer, karena Kasparov merasakan kreativitas otak manusia dalam langkah yang dilakukan Deep Blue.

Tetapi, apa yang dilakukan Deep Blue memang apa yang di inginkan oleh pengembang kecerdasan buatan, di mana mesin meniru cara kerja otak manusia, dengan memprogram mesin melakukan apa yang dilakukan oleh manusia, misalnya saat otak manusia berpikir untuk memecahkan permainan seperti puzzle dan membuat kesimpulan logika.

Untuk sampai pada suatu keputusan, semakin banyak pengetahuan dan informasi yang ada akan semakin baik. Karena itu, kecerdasan buatan perlu merepresentasikan object, property, kategori, hubungan antar object, situasi, keadaan dan waktu, sebab akibat, dan masih banyak lagi.

Dengan kecerdasan buatan, tentunya diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang timbul, kecerdasan buatan terbuka untuk diaplikasikan pada berbagai bidang.

Sistem Pakar

Sebuah sistem komputer yang bekerja berdasarkan pengetahuan dan keahlian layaknya pakar dikenal dengan sebuah sistem pakar (expert system). Umumnya sebuah sistem pakar dibentuk dengan kumpulan aturan yang menganalisis informasi mengenai permasalahan yang ada dan merekomendasikan jalan keluar bagi pengguna.

Sistem pakar dapat diciptakan untuk membantu pekerjaan dalam bidang akunting, kedokteran, produksi, sumber daya manusia, keuangan, dan lain sebagainya.

Salah satu contoh sistem pakar yang telah lama diterapkan adalah Mycin, yang ditulis dengan bahasa pemrograman Lisp.

Dari namanya yang mengingatkan orang pada antibiotik (yang umumnya berakhiran “mycin”), sistem ini memang didesain untuk mendiagnosis penyakit infeksi darah dan merekomendasikan antibiotik dengan dosis yang disesuaikan dengan berat badan pasien.

Sebagaimana pengetahuan seorang pakar yang dapat berkembang, sistem pakar juga dirancang agar dapat terus dikembangkan dengan menanamkan pengetahuan pada sistem secara bertahap.

Sistem pakar sangat membantu untuk melakukan hal-hal yang tidak dapat dilakukan pakar sesungguhnya, misalnya ketersediaan waktu selama 24 jam non -stop, atau gabungan

pengetahuan para pakar dalam satu sistem, di mana pengguna seolah-olah sedang berkonsultasi dengan banyak pakar.

Tidak seperti pakar sesungguhnya, sebuah sistem tentunya lebih mudah untuk didistribusikan ke banyak tempat sekaligus. Hal ini juga menjadi sebuah keuntungan yang ditawarkan sistem pakar.

Yang menjadi pertanyaan besar adalah seberapa jauh sebuah sistem dapat menggantikan keahlian seorang (atau lebih) pakar yang sesungguhnya?

Keterbatasan Masalah

Mungkinkah di masa depan kecerdasan buatan sudah sedemikian maju sehingga dapat menggantikan semua tugas manusia? Ternyata tidak semudah itu, otak manusia memiliki kemampuan luar biasa yang cara kerjanya bisa jadi tidak dapat ditiru persis 100% oleh mesin hingga saat ini.

Contohnya, beberapa permasalahan dipecahkan oleh manusia secara intuisi. Bagaimana memprogram intuisi pada kecerdasan buatan? Mungkin belum terbayangkan hingga saat ini, karena berbicara mengenai intuisi, akan lebih mengarahkan cara kerja pengetahuan bawah sadar otak manusia.

Sementara kecerdasan buatan memetakan pemikiran yang dilakukan otak manusia secara logis dan sistematis.

Permasalahan lainnya adalah asumsi yang timbul pada otak manusia bisa jadi sangat luas dan tidak dapat dicapai oleh kecerdasan buatan, misalnya pada saat kata “burung” muncul pada sebuah percakapan, otak manusia dapat menggambarkan burung adalah seekor binatang kecil, bernyanyi, dan terbang.

Asumsi yang tampaknya sederhana bagi otak manusia ini tidak dengan mudah ditemukan oleh kecerdasan buatan saat menangkap kata “burung”. Karena tidak satupun asumsi di atasbenar untuk mendefi nisikan burung secara umum. Mengapa?

Karena kecerdasan buatan tidak akan diberikan aturan bahwa burung adalah binatang kecil (ada burung yang besar), atau burung bisa bernyanyi (ada burung yang tidak bernyanyi), maupun burung bisa terbang (ada burung yang tidak dapat terbang seperti burung unta dan penguin).

Otak manusia juga memiliki informasi di atas, tetapi hal tersebut tidak membatasi asumsi yang dapat timbul dalam otak manusia.

Algoritma Pencarian

Salah satu unsur penting kecerdasan buatan adalah menyangkut algoritma pencariannya. Beberapa algoritma pencarian yang dikenal, antara lain:

1. Naive.

Contoh algoritma pencarian ini dapat dilihat pada Breadth First Search (BFS), yang dapat Anda bayangkan sebagai sebuah pohon node seperti pada Gambar 1.

Node teratas (node nomor 1) akan mulai mencari pada node terdekat (node nomor 2, 3, dan 4), proses pencarian berulang dengan cara yang sama pada masing-masing node tersebut, dan dilakukan hingga ditemukannya tujuan pencarian.

Algoritma pencarian naive yang lain adalah Depth First Search dan Best First Search (yang merupakan kombinasi dari Breadth First Search dan Depth First Search).

2. Heuristic.

Proses pencarian heuristic bekerja untuk menemukan jawaban yang paling cocok, ditujukan untuk mendapatkan performa pencarian yang baik dan mudah, dengan konsekuensi tingkat akurasi yang tidak terjamin.

Algoritma heuristic mencoba untuk meniru otak manusia saat menebak, dengan alasan yang masuk akal.

Heuristic umumnya digunakan saat menghadapi masalah yang kompleks atau memiliki informasi yang kurang memadai.

Misalnya pada saat dihadapkan pada pilihan untuk menentukan minuman yang paling enak di antara beberapa jenis minuman, sementara informasi yang adalah harga minuman,maka dapat diciptakan sebuah rule agar secara heuristic akan dipilih minuman dengan harga termahal sebagai minuman yang paling enak.

Tentu saja hal tersebut tidak menjamin bahwa pilihan itu benar, tetapi pilihan tersebut adalah pilihan yang paling masuk akal dan sederhana oleh otak manusia dengan keterbatasan informasi yang tersedia pada kasus tersebut.

3. Local.

Pencarian lokal berusaha untuk melakukan optimasi, misalnya dengan teknik Hill Climbing.

Teknik Hill Climbing dapat digunakan untuk memecahkan persoalan yang memiliki banyak alternatif solusi untuk kemudian memilih solusi yang terbaik. Cara kerjanya dimulai dengan memilih solusi acak, kemudian dilakukan perubahan sedikit demi sedikit, setiap perubahan menghasilkan solusi yang lebih baik.

Saat perubahan yang dilakukan tidak lagi mendapatkan solusi yang lebih baik, algoritma Hill Climbing akan berhenti mencari dan menentukan solusi terakhir sebagai solusi yang optimal.

Contoh penggunaan Hill Climbing pada kecerdasan buatan adalah pencarian rute terbaik, dari berbagai kemungkinan rute yang ada.

Contoh lain dari pencarian local adalah teknik pencarian Beam (Beam Search) dan Simulated Annealing (SA).

4. Genetic.

Pencarian dengan algoritma genetic meniru proses seleksi alam atau proses evolusi seperti inheritance, mutasi, seleksi, dan kombinasi ulang (crossover).

Dengan algoritma genetic, diharapkan mesin dapat menghasilkan kreativitas, hal ini melahirkan cabang kecerdasanbuatan yang dinamakan kreativitas buatan (Artifi cial Creativity). Aplikasinya bisa jadi mengarahkan mesin untuk dapat menciptakan musik, desain, dan lain sebagainya.

Walaupun pada dasarnya bahasa pemrograman yang umum digunakan seperti Visual Basic, C++, Delphi, FoxPro, dan sebagainya memungkinkan untuk menciptakan sebuah aplikasi kecerdasan buatan, tetapi para pengembang kecerdasan buatan telah membuat bahasa pemrograman yang khusus untuk keperluan tersebut.

Beberapa bahasa pemrograman untuk kecerdasan buatan yang dikenal adalah IPL, Lisp, Prolog, STRIPS, dan Planner.

Aplikasi Kecerdasan Buatan

Kecerdasan buatan juga telah digunakan dalam bidang bisnis, bahkan pada sebuah kompetisi trading fi nansial tahun 2001, robot bernama Bots ciptaan IBM telah dapat mengalahkan team manusia dengan mengumpulkan keuntungan 7% lebih banyak.

Walaupun tidak diikuti oleh trader profesional, hasil kompetisi tersebut membuat aplikasi kecerdasan buatan semakin diperhitungkan penggunaannya di dalam pasar finansial.

Penggunaan robot telah menjadi hal yang umum pada saat ini pada berbagai industri, terutama untuk menggantikan pekerjaan yang dapat berbahaya bagi manusia. Juga terbukti bahwa robot dapat melakukan pekerjaan yang memerlukan pengulangan dengan lebih efektif dan mengurangi human error.

Perusahaan General Motor menggunakan sekitar 16.000 robot untuk tugas mengecat, las, dan perakitan produknya. Jepang merupakan leader dalam menggunakan dan memproduksi robot.

Kecerdasan buatan juga telah diaplikasikan pada mainan elektronik, misalnya Furby, robot berbentuk burung hantu yang dapat berbicara. Furby tergolong dalam kategori robot otonomi, yaitu robot yang dapat melakukan suatu tindakan didalam sebuah lingkungan tanpa pengarahan dari manusia.

Akankah Ciptaan Menjajah Pencipta?

Kecerdasan buatan merupakan salah satu topik yang disukai penggemar science-fiction, pada film Terminator digambarkan perang manusia melawan mesin, bahkan dalam novel berjudul With Folded Hands karangan Jack Williamson, digambarkan bangsa Humanoids (robot mesin ciptaan manusia) menjajah bangsa manusia dan menggantikan semua peranan manusia.

Walaupun masih merupakan khayalan, tetapi kontroversi apakah hal tersebut dapat terjadi merupakan hal yang menarik untuk diperdebatkan. Apakah ratusan atau ribuan tahun mendatang mesin dapat mencapai kemampuan untuk menguasai manusia, ataukah sampai di satu titik saat kecerdasan buatan tidak dapat menjadi lebih cerdas lagi?

Satu hal yang jelas, kecerdasan buatan tentunya diarahkan untuk membantu manusia. Kecerdasan buatan dapat membantu

memberikan diagnosis, prediksi, rekomendasi, simulasi, dan lain

sebagainya, tetapi keputusan akhir tetaplah pada pengontrolan

manusia.

LEBIH LANJUT

http://en.wikipedia.org/wiki/Artificial_intelligence

http://en.wikipedia.org/wiki/Hill_climbing

Bagi level management atau bagian eksekutif suatu perusahaan bisnis, mungkin bagian terpenting dari sebuah aplikasi adalah seberapa jauh laporan dapat dihasilkan oleh aplikasi tersebut. Joko Nurjadi

APAKAH SEDEMIKIAN PENTING  arti sebuah laporan? Sementara mungkin Anda sendiri pernah melihat bagaimana lembar-lembar laporan yang dihasilkan oleh aplikasi ternyata hanya dilihat sesaat, untuk kemudian dibiarkan bertumpuk di atas meja ataupun menjadi penghuni tong sampah.

Tentu menyakitkan jika semua itu terjadi di depan mata Anda, lebih menyakitkan lagi jika Anda adalah developer aplikasi yang membuat laporan tersebut!

Di balik semua itu (jika benar cerita di atas pernah terjadi pada Anda), percayalah bahwa laporan memiliki peranan yang sangat penting, kerja keras Anda tidaklah sia-sia.

Bayangkan dari mana level management perusahaan mengambil keputusan untuk menambah produksi, memberikan diskon khusus, dan berbagai kebijakan lainnya?

Tentunya segala macam kebijakan tersebut berasal dari analisis, yang didukung oleh fakta di dalam laporan yang dihasilkan.

Laporan dan Kendalanya

Jika Anda seorang developer, apakah setuju jika dikatakan bahwa laporan bisa jadi merupakan salah satu modul tersulit di dalam pengembangan aplikasi?

Pada umumnya, jika Anda mengembangkan aplikasi dari awal, maka laporan menempati jatah terakhir untuk di-develop, karena laporan sangat tergantung pada bisnis proses yang terjadi, sehingga Anda harus terlebih dahulu menyelesaikan bagian proses data sesuai dengan alur operasional yang berlaku.

Jika Anda telah membuat modul laporan dan ternyata terdapat perubahan alur proses, maka bersiaplah melakukan modikasi pada laporan, yang sering kali terkena imbas perubahan.

Bahkan tanpa ada perubahan proses pun, bisa saja Anda harus  tetap mengubah laporan karena pimpinan atau pengguna aplikasi menginginkan kustomisasi laporan, ataupun menginginkan format dan jenis laporan yang berbeda.

Sering kali juga terjadi, aplikasi-aplikasi yang digunakan pada sebuah perusahaan tidaklah berasal dari sumber yang sama, bisa jadi masing-masing menggunakan database yang berbeda, dan menghasilkan laporan yang berbeda-beda pula dari aplikasinya masing-masing.

Jika Anda tidak memiliki source code aplikasi yang menghasilkan laporan tersebut, dengan sangat terpaksa Anda mungkin harus menerima tantangan membuat aplikasi baru dari awal yang dapat menghasilkan laporan serupa.

Belum lagi saat sebuah software aplikasi mengalami saatnya untuk dilakukan  life cycle, di mana modul yang mengalami daur ulang termasuk dengan laporan-laporannya, dan bagaimana jika jumlah laporan tersebut mencapai puluhan atau bahkan sampai ratusan laporan?

Mungkin semua permasalahan itu akhirnya tiba sampai pada puncaknya, di mana Anda mengharapkan teknologi software telah mampu menciptakan sebuah wizard yang langsung terkoneksi pada otak, dapat menampilkan laporan sesuai dengan yang dipikirkan oleh pimpinan Anda di dalam hitungan detik, dan langsung tercetak rapi.

Tetapi karena hal itu tidak mungkin terjadi (sekalipun terjadi, itu berarti menandai terbitnya surat pemecatan seluruh developer karena sudah tidak diperlukan lagi), maka untuk mengatasi permasalahan eksibilitas, integrasi, dan perulangan pekerjaan pada modul laporan di atas, Anda memerlukan sebuah tool.Bagaimana jika tool itu bernama Reporting Services?

Business Intelligence

Untuk memahami Reporting Services, terlebih dahulu kita harus mengenal apa yang disebut dengan Business Intelligence (BI). BI menjelaskan kumpulan konsep dan metode untuk membantu keputusan bisnis, dalam hal ini BI mengumpulkan, mengintegrasikan, menganalisis, dan menampilkan informasi bisnis tersebut.

Pengguna BI tidak hanya diarahkan pada level management atau analis, tetapi juga karyawan pada umumnya, artinya pengguna BI dapat berada pada semua level pada organisasi perusahaan.

Hal ini tidak berarti data yang condential bebas dilihat oleh siapapun di dalam perusahaan, tetapi data tersedia sesuai dengan level dan tanggung jawab pekerjaan masing-masing.

Strategi ini membuat masing-masing bagian dapat menghasilkan laporan bagi kepentingan dirinya sendiri. Bayangkan bagian marketing mampu menghasilkan sendiri laporan penjualan dan bonus yang dibutuhkannya, lalu bagian HRD dengan mudah menghasilkan laporan karyawan sesuai format yang diinginkan.

Semua pelaporan ini dapat dilakukan oleh Reporting Services, yang merupakan salah satu services yang mendukung Business Intelligence, berintegrasi dengan services lain seperti Anaylsis Services dan Integration Services.

Pembahasan artikel ini akan lebih terfokus pada Reporting Services.

Reporting Services

Bagi pengguna Microsoft SQL Server, Reporting Services bukan merupakan hal baru, karena telah ada sejak Microsoft merilis SQL Server 2000, walaupun dulu masih berupa add-on yang terpisah, sedangkan kini sudah terdapat di dalam SQL Server 2005.

Di dalam SQL Server 2005, tidak terdapat perubahan signikan pada Reporting Services, tetapi tentu saja terdapat tur dan dukungan tambahan pada report design, dan mendukung integritas yang lebih baik.

Komponen Reporting Services dibedakan menjadi dua, yaitu komponen server dan komponen client. Komponen server terbagi menjadi tiga layer, yaitu:

1. Report Server.

Berada pada server layer, terdiri dari programming interface, report processor, data processing extension, rendering extension, scheduling & delivery processor, dan delivery extension.

2. Report Manager.

Berada pada application layer, berfungsi untuk menampilkan laporan dan tools administrasi berbasis web.

3. Report Server Database.

Berada pada data layer. Database ReportServer menyimpan seluruh data yang dibutuhkan oleh Reporting Services, seperti metadata statik, termasuk di dalamnya adalah report denition, data source, user, policy, role, dan report snapshot.

Sedangkan, data sementara seperti session data dan cache report disimpan pada database ReportServer TempDB.

Komponen client terbagi menjadi:

1. Report Designer.

Dapat digunakan oleh baik oleh developer ataupun nondeveloper untuk menciptakan  laporan.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, strategi Business Intelligence mengaplikasikan pembuatan laporan pada seluruh level organisasi yang membutuhkannya, fungsi-fungsi laporan standar seperti grouping, sorting, format report, sudah bukan rahasia developer lagi.

Walaupun demikian, developer tetap diperlukan untuk pembuatan laporan yang lebih kompleks, karena itu Report Designer mendukung VB.NET sehingga developer dapat melakukan pemrograman lebih jauh dalam pembuatan laporan.

Untuk metode pembuatan report yang lebih sederhana lagi, Anda dapat menggunakan Report Builder, sebuah aplikasi client-side untuk menciptakan  adhoc report atau laporan yang diciptakan on the y.

Penggunaan Report Builder cukup user friendly. Walaupun tidak menyertakan seluruh fungsi yang terdapat dalam IDE Visual Studio (yang memang tidak semua fungsi diperlukan untuk pembuatan laporan standard), di dalam Report Builder pengguna dapat memilih data dan mendesain laporan tanpa perlu mengetahui dimana data tersimpan.

Tentunya juga Anda tidak perlu mengetahui bahasa pemrograman yang kompleks. Satu-satunya yang diperlukan adalah kebiasaan untuk menggunakan bisnis model data Anda.

2. Web Browser.

Untuk menampilkan laporan yang terletak pada web server, Anda cukup mengarahkan web browser Anda untuk mengakses laporan yang terpusat pada web server.

3. Tools 3rd-Party.

Satu hal yang menarik pada Reporting Services adalah laporan ditampilkan dalam bentuk web based, di mana laporan secara erpusat disimpan pada web server dan berjalan pada Microsoft NET Framework.

Integrasi tidak lagi menjadi permasalahan, justru terbuka pengembangan yang sangat luas dengan dukungan standar eknologi seperti HTTP, SOAP, dan WSDL. Dalam hal ini, Anda idak lagi melihat Reporting Services sebagai sebuah tools untuk menghasilkan laporan, tetapi lebih merupakan sebuah eporting platform.

Walaupun konsep yang dibawa Reporting Services berbeda dengan software pembuatan report lain yang umum digunakan seperti Crystal Report atau Microsoft Access. Tetapi bagi Anda  yang terbiasa menggunakan Crystal Report/Microsoft Access,  tampaknya akan mudah beradaptasi dengan pembuatan lapor- an pada Reporting Services dengan dukungan Report Designer  yang juga menggunakan drag & drop object.

Sesuai dengan namanya, Reporting Services khusus menangani laporan. Sehingga laporan terpisah dari software yang  menangani pekerjaan operasional, hal ini menyebabkan laporan  tidak tergantung lagi dengan software tertentu, walaupun bisa  jadi mengambil data source yang sama.

Reporting Services mampu menggunakan data source yang beragam, seperti OLE DB, Oracle, Open Database Connectivity (ODBC), sehingga tidak menjadi masalah jika Anda menggunakan database Oracle misalnya, dan ingin menampilkannya dalam Reporting Services, walaupun SQL Server tetap digunakan sebagai repository untuk menyimpan metadata report.

Reporting Services mendukung life cycle pelaporan sebagai  berikut:

1. Report Authoring.

Developer dapat menciptakan laporan untuk dipublikasikan  oleh report server dengan menggunakan standar format  RDL.

2. Report Management.

Denisi laporan, beserta folder dan resources yang dipub likasikan dan diatur sebagai web services.

3. Report Delivery.

Penyajian laporan mendukung on-demand (pull) dan pushsubscription (event based). Pengguna dapat melihat laporan di dalam web atau e-mail.

4. Report Security.

Reporting Services mengimplementasikan model  security yang melindungi laporan dan resource.

Langkah-langkah life cycle di atas dapat diaplikasikan dengan skenario sebagai berikut: Anda memulai project baru dari Visual Studio dengan memilih tipe project dengan Business Intelligence Projects, memilih template Report Server Project memberi nama project baru Anda, yang selanjutnya akan tampil pada Solution Explorer.

Langkah selanjutnya adalah menentukan data source yang ingin Anda gunakan dengan cara mengklik kanan folder Shared Data Sources pada Solution Explorer.

Menambahkan object report pada Business Intelligence sama mudahnya dengan menambahkan object lainnya bagi Anda yang telah familiar dengan tampilan IDE Visual Studio.

Report telah dilengkapi dengan wizard yang mengizinkan Anda menentukan query, memilih  layout, dan menyimpan laporan Anda dalam format RDL (Report De nition Language).

Laporan-laporan yang dihasilkan dapat dikelola lebih lanjut dengan menggunakan Report Manager, mencakup tingkat keamanan, property, jadwal dan lain-lain.

Setelah laporan berhasil dibuat, maka selanjutnya adalah cara penyajiannya, atau masuk ke dalam tahap delivery. Pengguna dapat memilih dan melihat langsung laporan yang diinginkannya (on-demand), ataupun dengan menggunakan cara push subscription.

Push subscription berarti laporan tersebut secara otomatis akan dibuat dan dikirimkan ke tempat tujuan.

Setelah laporan tersaji, pengguna dapat mengubah bentuknya kedalam format lain seperti PDF, Microsoft Excel, TIFF (dan format gambar lainnya), XML, serta masih banyak lagi.

Kemudahan dan Tantangan

Jika Anda melakukan migrasi pelaporan dari cara konvensional menjadi Reporting Services, tentu saja Anda mengharapkan akan mempermudah pekerjaan dan meningkatkan performa.

Tetapi, tidak ada hal yang langsung dapat berjalan mulus tanpa usaha yang mendukungnya. Implementasi Reporting Services juga merupakan tantangan, membawa suatu paradigma dan perubahan baru, terlebih bagi mereka yang merasa bahwa tidak ada yang salah dengan cara yang lama.

Mungkin memang tidak ada yang salah dengan cara terdahulu, tetapi selalu ada cara yang lebih baik, dan Anda tidak akan mengetahuinya sebelum memahami dan mulai menggunakannya.

Tentunya hal ini juga memerlukan kejelian untuk melihat, apakah proses pelaporan sering menjadi kendala, dan solusi seperti apa yang dapat mengatasinya.

Sebuah teknologi baru, tentunya menawarkan pengembangan yang lebih luas, seperti juga Reporting Services, tidak terbatas untuk pelaporan di dalam satu organisasi saja. Reporting Services dapat memberikan laporan hingga di luar internal perusahaan, misalnya laporan yang dapat diakses oleh kustomer ataupun partner, yang dapat diakses melalui Internet. Menarik, bukan?

LEBIH LANJUT

http://en.wikipedia.org/wiki/SQL_Server_Reporting_Services

http://www.houseoife.net/ssrs01.php?article_id=5

http://www.microsoft.com/sql/technologies/reporting/overview.mspx

BENARKAH VIDEO CARD TERBARU MAMPU MENJALANKAN APLIKASI GAME ANDA LEBIH CEPAT?

Perlu ditegaskan lagi bahwa tidak selamanya video card terbaru mampu membuat game-game Anda berjalan lebih cepat. Sebelum Anda membeli video card, simak beberapa faktor berikut.

Jika Anda hanya menggunakan monitor 15 inchi atau 17 inchi, baik berjenis CRT ataupun LCD dan menggunakan platform PC kelas menengah, jangan berharap performa video Anda akan terdongkrak dengan Anda membeli sebuah video card powerful dan mahal seperti GeForce 8800GTS sekalipun. Kecepatan yang Anda inginkan dalam memainkan game, aplikasi gras,  atau aplikasi penunjang lainnya tidak hanya dipengaruhi oleh video card semata, namun juga komponen-komponen lain seperti processor dan RAM.

Jika Anda memiliki processor dan RAM yang terbatas, kemampuan video card sekelas 8800GTS juga akan ikut terbatasi oleh processor dan RAM tersebut.

Misal, Anda masih menggunakan processor Core Duo atau Athlon 64 X2, dan RAM hanya sebesar 512 MB, tentu video card 8800GTS milik Anda tidak akan bisa bekerja secara maksimal.

Tidak benar jika kemudian ada sebuah pernyataan bahwa sebuah video card keluaran terbaru dengan teknologi yang terbaru pula memiliki kemampuan yang lebih baik dibandingkan video card model lama.

Kita ambil contoh saja video card yang pernah kami test di lab. PC Media. nVIDIA GeForce 8600GT dan GeForce 7950GT, meskipun 8600GT adalah produk baru dengan teknologi yang baru pula, ia tidak bisa mengalahkan performa yang dihasilkan oleh 7950GT. Memang ada beberapa kelebihan dari 8600GT, seperti udah didukungnya teknologi DirectX10. Terbukti bahwa produk baru tidak selalu lebih baik dari produk keluaran lama. Hasil ini terbukti dari hasil benchmark yang sudah kami lakukan.

Solusi

Untuk lebih meyakinkan Anda dalam memilih sebuah video card, selalu perhatikan dan baca review yang khusus mengulas produk tersebut. Bisa dari media cetak, internet, dan lain sebagainya. Perhatikan eknologi dan fitur yang diusung oleh produk tersebut dan pastikan Anda melihat tabel benchmark yang dihasilkan yang biasanya dites secara sintetic.

Perhatikan juga seberapa tinggi refresh  rate dan resolusi yang didukung oleh monitor Anda. Dengan begitu, Anda bisa memutuskan apakah dengan mengganti video card baru, dengan komponen PC yang ada saat ini dan dengan monitor yang Anda punyai, apakah akan terjadi peningkatan performa yang signifikan. Anda sendiri yang bisa memutuskan kebutuhan Anda. Namun jika tidak terjadi peningkatan performa yang signikan,  kenapa harus Anda paksakan membeli video card kelas high-end. Lebih baik uang Anda dipakai untuk melakukan upgrade komponen PC yang lain.

Halaman Berikutnya »